Selasa, 01 Mei 2018

YANG TAK TERNILAI OLEH UANG

Gaga Kidurin adalah nama sebuah kampung yang biasa saja, tidak terkenal, dan terpencil. Tapi memiliki sejarah yang luar biasa bagi hidup saya. Di sini adalah tempat di mana saya lahir, dibesarkan, diberikan pengalaman kehidupan, dan tempat yang membuat saya menjadi manusia seperti sekarang ini. Saya merasa bangga menjadi bagian darinya, banyak hal yang sebenarnya memiliki potensi, mulai dari wilayahnya, sumber daya manusianya, alamnya, dan masih banyak lagi. Berikut salah satunya:
 
Pemandangan di Kali Cimancueri

Pemandangan di Danau

Pemandangan di Danau 2

Pemandangan di Kebun (atas), tanah kering danau (bawah)

Pemandangan saat musim kemarau di Danau

Pemandangan saat musim kemarau di Danau (2)

Di sini saya dibesarkan di keluarga yang Alhamdulillah luar biasa, sangat care kepada masing-masing anggota keluarganya. Saya merasa sangat bahagia bisa dilahirkan dalam keluarga ini, keluarga yang sangat sederhana namun menurutku keluarga yang kaya, karena mereka kaya hati.

Bersama Keluarga

Adik kakak

Mak dan Abah

Teteh

sama Emak

si Bungsu

sama Teteh



Saya merasa bangga pada kedua orang tua saya. Semua orang pasti bangga dengan orangtuanya, sayapun tau hal itu, tapi kabanggaan yang saya maksud adalah orangtua  saya itu sifatnya loyar, kalau memberikan sesuatu tidak pandang bulu, siapapun itu, baik yang pernah menyakiti hati mereka, maupun sebaliknya, apalagi kalau yang menyenangkan   hatinya, sudah tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. 

Abah dan Emak

 

Saya merasa beruntung memiliki orang tua yang mendukung anaknya hingga bisa berkuliah seperti saat ini. Awalnya tidak ada niat untuk bisa berkuliah, “wong mangan gah kadang ulih utang je” (makan saja kadang dapat hutang kok). Tapi itu bukan penghambat bagi saya, bahkan menjadi cambuk untuk terus mengejar cita-cita. 

Semangka


Karena tekad disertai dukungan dan doa dari orang tua, maka saya sangat bersemangat untuk mencari beasiswa kuliah dan akhirnya bisa terwujud, (sangat panjang ceritanya apabila saya bahas di sini) dan saat ini saya sudah memasuki semester 4 di Universitas ternama di Banten, saya sangat bersyukur, memang rasanya tidak disangka-sangka karena saya berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu, tapi karena kekayaan hatinya maka seperti inilah yang telah Allah berikan, ini adalah jalan yang sudah Allah takdirkan bagi saya, asalkan ada niat yang baik, pasti akan ada jalan yang terbaik. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mengubahnya.

Saya sebagai warga dari Gaga Kidurin saat ini belum bisa berkontribusi banyak , tapi Insya Allah suatu saat nanti pasti ada waktu yang tepat bagi saya untuk bisa mengembangkan apa yang ada di dalamnya, khususnya dalam bidang pendidikan.

Saya tahu bahwa pendidikan itu sangatlah penting, tapi tidak semua masyarakat di desa saya menyadari hal tersebut, mungkin karena belum merasakan dampak yang akan ditimbulkan kalo pendidikan itu dianggap tidak penting.

Sejauh ini pendidikan hanya digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan bertujuan mendapatkan ilmu, sehingga apa yang terjadi sekarang? Mereka yang berseragam tidak menunjukkan dirinya sebagai pelajar, tidak serius dikelas, hobinya main, nongkrong-nongkrong, dan hal lain yang mungkin lebih parah dari itu.

Miris memang jika kita melihat hal itu dengan pandangan lebih luas, itu buktinya kalo kita menganggap bahwa pendidikan bukan dijadikan hal yang terpenting.

Terima kasih ma, abah, dan seluruh keluarga serta pihak-pihak yang sudah membuatku seperti sekarang ini, mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat...  Aamiin Ya robbal alamin

Happy Family....

Mancing Maniaaaa !!!

Yeey Dapaat!

Gaya dulu kitaa

Yey dapat dinding baruuu

Senangnyaaaaa

Uuunnnchh

Gaya The Virgin

Ayamku sudah besaaaar, Horee!

wkwkwkw

Gaya apa ini

Orang-orang empang

Jagungku sudah matang, nyam nyam lezat!
 Itulah Hal yang tidak bisa dibeli dengan Uang, dan tak ternilai harganya.... :)
 

 

3 komentar: