Selasa, 25 September 2018

Gak LOLOS SNMPTN? Alhamdulillah
Berawal dari ketidaklolosan saya pada SNMPTN 2016, akhirnya saya memiliki tekad untuk mengikuti apa saja kegiatan yang berbau SBMPTN. Salah satunya ya ini, Beasiswa Perintis.

Jangan salah ya, beasiswa bukan hanya berbentuk du*t saja, beasiswa perintis ini salah satu beasiswa yang notabenenya gratis bimbingan belajar SBMPTN selama satu bulan, Lumayan kan!! lebih dari itu, kita akan menginap atau istilah kerennya learning camp di asrama atau di tempat camp-camp yang indah plus dapat makan gratis, bimbingan belajar full, motivasi, dan saran saran berguna lainya yang bisa membuat kita menjadi orang yang benar-benar siap menghadapi SBMPTN.

Selain itu , ada satu sesi dimana kita dibimbing oleh psikolog untuk menentukan jurusan yang cocok buat kita, seneng banget dehpokoknya bisa menerima fasilitas beasiswa ini.. sungguh sangat membantu saya.

By the way, dalam beasiswa ini ada dua tahap seleksi, pertama try out 1 apabila lolos dilanjut try out 2, banyak sekali yang terseleksi, dari 400an orang hingga mengkerucut menjadi 100an orang. Nah saya salah satu yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar di Bandung (di SALMAN ITB) sedangkan yang lainnya di Serang (karena beasiswa ini dari SNAB Untirta).

Ketika mendapat pesan dari pihak panitia, saya kaget dan pokoknya campur aduk deh, disatu sisi saya lolos jadi peserta yang dapat ke Bandung, disisi lain ada temen temen seperjuangan saya ketika mengikuti beasisiwa ini tidak lolos, saya berpikir lagi mungkin mereka memiliki jalan lain yang memang Tuhan yang akan menentukan, semoga lebih baik. Aamiin...

Selanjutnya tahap yang sangat membingungkan, di mana saya harus memilih ikut ke Bandung atau ikut acara kelulusan . sungguh saat itu adalah masa galau saya, bagaimana pun acara kelulusan itu diadakan selama setahun sekali dan itu momen yang semua orang tunggu. Tapi demi kelanjutan studi saya, akhirnya saya memilih untuk bimbingan belajar ke Bandung, karena saya berpikir kesempatan ini tidak akan datang kedua kali dan ini akan mementukan masa depan saya

Nah ini foto teman-teman saya waktu di Bandung, teman belajar sekaigus teman bercanda. Jadi di sana dari ratusan orang dibuat beberapa kelas,kebetulan saya dapet kelas ZETA Saintek, dan inilah wajah teman-teman yang ditakdirkan pleh  Allah dipertemukan disini, harusnya saya bersyukur bisa mendapat teman-teman seperti mereka.

Ditemukan dengan teman seperti kalian memang membuat saya bersyukur, dengan tidak lolosnya saya di SNMPTN ternyata Allah mempertemukan saya dengan orang-orang hebat seperti kalian, mulai dari makan bareng, puasa senin kamis bareng, tidur tak karuan wkwkw pokonya saya bersyukur banget

Nah ini wajah-wajah yang gak akan saya lupa, kenapa? Karena dari awal ketemu sampai terakhir pun saya selalu bersama dengan mereka, mulai dari jalan menuju masjid bareng, belajar kelompok bareng walaupun beda kelas, cerita bareng, nyuci bareng, mandi bareng eh maksudnya kamar mandi pisah tapi waktu mandinya bareng hehehe :D , sampe mau pulang pun dianterin, giamana gak di bilang baik banget coba wkkwk...
Jadi intinya bertemu kalian itu serasa menemukan saudara yang sudah lama terpisah jauh, yang paling penting adalah pelajaran hidup yang saya dapatkan dari mereka yang luar biasa.
Terima kasih kawan kawan, oia surat yang kalian berikan ke saya masih saya simpan, dan ketika membacanya pun tak tahan pingin ketawa haha... dan disitu juga terdapat kata kata yang membuat saya semangat sampai saat ini, dan mungkin kalian adalah alasan saya untuk bisa kembali lagi ke Bandung hehehe... Mungkin suatu saat nanti....

Selasa, 01 Mei 2018

YANG TAK TERNILAI OLEH UANG

Gaga Kidurin adalah nama sebuah kampung yang biasa saja, tidak terkenal, dan terpencil. Tapi memiliki sejarah yang luar biasa bagi hidup saya. Di sini adalah tempat di mana saya lahir, dibesarkan, diberikan pengalaman kehidupan, dan tempat yang membuat saya menjadi manusia seperti sekarang ini. Saya merasa bangga menjadi bagian darinya, banyak hal yang sebenarnya memiliki potensi, mulai dari wilayahnya, sumber daya manusianya, alamnya, dan masih banyak lagi. Berikut salah satunya:
 
Pemandangan di Kali Cimancueri

Pemandangan di Danau

Pemandangan di Danau 2

Pemandangan di Kebun (atas), tanah kering danau (bawah)

Pemandangan saat musim kemarau di Danau

Pemandangan saat musim kemarau di Danau (2)

Di sini saya dibesarkan di keluarga yang Alhamdulillah luar biasa, sangat care kepada masing-masing anggota keluarganya. Saya merasa sangat bahagia bisa dilahirkan dalam keluarga ini, keluarga yang sangat sederhana namun menurutku keluarga yang kaya, karena mereka kaya hati.

Bersama Keluarga

Adik kakak

Mak dan Abah

Teteh

sama Emak

si Bungsu

sama Teteh



Saya merasa bangga pada kedua orang tua saya. Semua orang pasti bangga dengan orangtuanya, sayapun tau hal itu, tapi kabanggaan yang saya maksud adalah orangtua  saya itu sifatnya loyar, kalau memberikan sesuatu tidak pandang bulu, siapapun itu, baik yang pernah menyakiti hati mereka, maupun sebaliknya, apalagi kalau yang menyenangkan   hatinya, sudah tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. 

Abah dan Emak

 

Saya merasa beruntung memiliki orang tua yang mendukung anaknya hingga bisa berkuliah seperti saat ini. Awalnya tidak ada niat untuk bisa berkuliah, “wong mangan gah kadang ulih utang je” (makan saja kadang dapat hutang kok). Tapi itu bukan penghambat bagi saya, bahkan menjadi cambuk untuk terus mengejar cita-cita. 

Semangka


Karena tekad disertai dukungan dan doa dari orang tua, maka saya sangat bersemangat untuk mencari beasiswa kuliah dan akhirnya bisa terwujud, (sangat panjang ceritanya apabila saya bahas di sini) dan saat ini saya sudah memasuki semester 4 di Universitas ternama di Banten, saya sangat bersyukur, memang rasanya tidak disangka-sangka karena saya berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu, tapi karena kekayaan hatinya maka seperti inilah yang telah Allah berikan, ini adalah jalan yang sudah Allah takdirkan bagi saya, asalkan ada niat yang baik, pasti akan ada jalan yang terbaik. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mengubahnya.

Saya sebagai warga dari Gaga Kidurin saat ini belum bisa berkontribusi banyak , tapi Insya Allah suatu saat nanti pasti ada waktu yang tepat bagi saya untuk bisa mengembangkan apa yang ada di dalamnya, khususnya dalam bidang pendidikan.

Saya tahu bahwa pendidikan itu sangatlah penting, tapi tidak semua masyarakat di desa saya menyadari hal tersebut, mungkin karena belum merasakan dampak yang akan ditimbulkan kalo pendidikan itu dianggap tidak penting.

Sejauh ini pendidikan hanya digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan bertujuan mendapatkan ilmu, sehingga apa yang terjadi sekarang? Mereka yang berseragam tidak menunjukkan dirinya sebagai pelajar, tidak serius dikelas, hobinya main, nongkrong-nongkrong, dan hal lain yang mungkin lebih parah dari itu.

Miris memang jika kita melihat hal itu dengan pandangan lebih luas, itu buktinya kalo kita menganggap bahwa pendidikan bukan dijadikan hal yang terpenting.

Terima kasih ma, abah, dan seluruh keluarga serta pihak-pihak yang sudah membuatku seperti sekarang ini, mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat...  Aamiin Ya robbal alamin

Happy Family....

Mancing Maniaaaa !!!

Yeey Dapaat!

Gaya dulu kitaa

Yey dapat dinding baruuu

Senangnyaaaaa

Uuunnnchh

Gaya The Virgin

Ayamku sudah besaaaar, Horee!

wkwkwkw

Gaya apa ini

Orang-orang empang

Jagungku sudah matang, nyam nyam lezat!
 Itulah Hal yang tidak bisa dibeli dengan Uang, dan tak ternilai harganya.... :)